Senin, 09 Juli 2012

Menjaga kulit agar terlihat sehat dan muda

Menjaga kulit agar terlihat sehat dan muda bukan hanya mengenai perawatan kulit atau rutinitas. Anda perlu mengubah beberapa kebiasaan buruk untuk meminimalkan kerusakan dan melengkapi perawatan kulit yang telah anda lakukan. Apa saja kebiasaan ini?


1. Tidur menyamping

Mengapa? Karena hal tersebut dapat menyebabkan timbulnya keriput dini. Sounds scary but true! Mary Lupo, profesor dermatologi klinis dari Tulane University School of Medicine mengatakan pada Majalah Allure bahwa wanita yang biasa tidur dengan posisi menyamping cenderung memiliki kerutan di sepanjang sisi hidung, kantung mata yang gelap disebabkan oleh sirkulasi darah yang buruk, dan benjolan merah di sekitaran kulit wajah yang disebabkan oleh deterjen dan pelembut kain yang dipergunakan untuk mencuci sarung bantal.

Mungkin adalah hal sulit untuk mengubah kebiasaan tidur menyamping, tapi sekali-sekali biasakanlah tidur telentang.

2. Memakai sarung bantal berbahan katun
Masih berhubungan dengan rutinitas tidur, apakah Anda tahu bahwa sarung bantal yang Anda gunakan juga dapat menyebabkan kerutan di wajah? Pilih sarung bantal yang berbahan sutra agar tidak berkerut di wajah apabila Anda sedang tidur. Biasanya, bahan katun mudah kusut, dan pola tersebut akan tercetak di wajah Anda semalaman selama anda tidur. Bayangkan kalau hal tersebut terjadi bertahun-tahun! Garis-garis di wajah Anda akan terlihat semakin dalam!




3. Minum langsung dari botolnya
Jika Anda selalu melakukan hal tersebut, ini adalah saat yang tepat untuk berhenti! Ketika Anda minum langsung dari botol, tidak hanya otot di mulut Anda berkontraksi lebih berat, Anda juga membuat mereka bekerja lebih keras untuk mempertahankan bibir botol untuk tidak lepas dari mulut Anda pada saat minum. Apalagi botol minum yang menuntut anda untuk menyedot airnya keluar dari botol, pekerjaan ini menguras energi otot mulut lebih banyak lagi. Kegiatan tersebut dapat menyebabkan kerutan di sekitar mulut muncul atau bahkan mempertegasnya.



Solusinya? Gunakanlah sedotan apabila minum langsung dari botol atau tuangkan minuman ke dalam gelas.

4. Tak mencuci tangan setelah mencuci piring
Siapa pun yang biasa mencuci piring di rumah pasti tahu bahwa kegiatan tersebut dapat menyebabkan kulit tangan kering dan retak-retak setelah beberapa saat. Kebanyakan sabun cuci piring mengandung lemon yang dikenal sebagai pembersih yang baik dan memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Walaupun lemon juga digunakan sebagai bahan di dalam produk perawatan wajah, formulasi dan takaran yang digunakan untuk sabun cuci piring berbeda. Ditambah lagi, bahan tersebut juga sudah ditambahkan dengan bahan-bahan lainnya yang dapat menyebabkan kulit jadi kering. Oleh karena itu, setelah mencuci piring, jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun cuci tangan dan menggunakan krim tangan atau lotion sesudahnya.





5. Tak memakai kacamata hitam
Anda sudah tahu kan, bagaimana jahatnya sinar matahari terhadap kulit kita? Bukan hanya buruk untuk kulit, sinarnya yang menyilaukan juga membuat kita menyipitkan mata saat sedang berada di bawah terik matahari. Terlalu sering menyipitkan mata akan menyebabkan timbulnya garis-garis halus di sekitar mata. Oleh karena itu, saat sedang berada di luar rumah, baiknya pergunakanlah kacamata hitam untuk menutupi mata dari terik matahari sehingga Anda tidak harus menyipitkan mata terus.



Nah, mudah-mudahan kiat ini berguna. Apakah Anda memiliki kebiasaan yang bisa membantu menjaga keremajaan kulit?

Terapi Dasar untuk Meremajakan Kulit

Sampai saat ini masih banyak orang yang beranggapan bahwa ilmu kedokteran antiaging hanya berbicara tentang masalah penuan dini yang bisa diatasi dengan berbagai prosedur bedah plastik atau Botox. Padahal menurut dr Deby Vinski, AAMS, spesialis antiaging medicine, kedokteran antiaging juga meliputi berbagai cara pencegahan yang alami, tanpa harus melakukan prosedur operasi atau suntikan antipenuaan.

Untuk membantu masyarakat dalam merawat kesehatan kulit dan tubuhnya, Deby meluncurkan buku tentang perawatan kecantikan yang berjudul Perfect Beauty Anti-Aging. Buku ini berisi beragam informasi mengenai konsep baru antipenuaan kulit dan sel-sel tubuh melalui terapi dasar anti-aging medicine. Terapi ini bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan penuaan kulit, sekaligus untuk memperpanjang usia seseorang dengan cara mencegah berbagai penyakit.




Terapi ini diklaim dapat membantu menghentikan, memperlambat, atau mencegah timbulnya penyakit, serta memperbaiki organ dan sel tubuh yang sakit menjadi sehat dan muda kembali.
"Kecantikan dan kesehatan manusia, termasuk kulit, tidak hadir karena takdir semata. Sebaliknya hal ini bisa diusahakan sehingga usia kita panjang dan sehat. Bagaimana kita menghabiskan masa tua nanti, kita sendiri yang menentukan," tukas dr Deby dalam siaran persnya.

Yang termasuk dalam terapi dasar ini antara lain menjaga gaya hidup sehat, mengatur nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, relaksasi, mengatur tingkat stres, dan mengonsumsi makanan kaya antioksidan. Cara lain untuk merawat kulit adalah dengan melakukan terapi sulih hormon seperti HGH (human growth hormone), IGF1 (insulin like growth factor 1), oksitosin (hormon cinta), testosteron, DHEA (hormon dihydroepiandrosterone), sampai teknologi stem cell yang mampu menghilangkan kerutan di wajah.

Buku ini juga menjelaskan secara detail teknik yang digunakan dalam prosedur operasi bedah plastik maupun prosedur tanpa bedah (seperti Botox) untuk menghilangkan efek-efek penuaan. Buku ini juga memaparkan cara mengenali paspor genetika masing-masing orang, yang berpengaruh terhadap hormon dan faktor penuaan lainnya.

"Di dalamnya juga dibeberkan rahasia kecantikan dari para selebriti yang menjadi ikon antiaging," jelasnya

Oksigen


Salah satu kunci agar kita bisa semakin bertakwa kepada Allah SWT adalah dengan cara merenungkan dan memikir-mikir nikmat-nikmat Allah SWT, khususnya nikmat-nikmat yang sering terlupakan. Memang kita tidak akan mampu menghitung nikmat-nikmat Allah, sebagaimana ditegaskan Allah dalah surah Ibrahim ayat 34: 

...و إن تعدوا نعمة الله لا تحصوها..... (إبراهيم: 34)
Jika kalian menghitung nikmat Allah maka niscaya kalian tidak akan bisa menghitungnya.




Namun begitu kita tetap diperintah untuk merenungkan nikmat-nikmat Allah, sebab ini akan membawa faedah yang besar bagi diri kita sendiri sebagai hamba-NYA. Setidaknya ada 2 faedah yang akan kita peroleh:

1.        Kita bisa membedakan antara nikmat yang betul-betul bermanfaat bagi hidup kita dan nikmat-nikmat semu yang cenderung merusak kualitas hidup kita.
2.        Mata hati dan pikiran kita menjadi tajam, tidak hanya melihat nikmat-nikmat yang besar yang kasat mata, tapi bisa dengan mudah melihat nikmat-nikmat yang sering tidak nampak, tersembunyi, dan terlupakan.
Jika ini bisa kita lakukan maka kita akan menjadi hamba-hamba yang syakuur (pandai bersyukur). Rasa syukur kita akan mendorong dan memperkuat ketulusan  kita dalam beribadah, dan akhirnya hidup kita akan penuh dengan ketakwaan yang berkualitas terhadap Allah SWT.
***

Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak merenungkan sebuah nikmat yang sangat penting tapi sering kali terlupakan. Tentu ini tidak satu-satunya tapi hanya salah satunya saja. Nikmat yang saya maksud ini menjadi syarat mutlak bagi berlangsungnya kehidupan di bumi. Sebuah zat berupa gas yang tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak bisa dirasa oleh lidah. Dalam ilmu Kimia ia diwakili dengan simbol huruf O (o besar). Ditemukan pada tahun 1774 oleh Joseph Priestley ahli Kimia asal Inggris dan Carl Scheel ahli Kimia asal Swedia. Ia adalah oksigen.

Kita tahu bahwa tidak ada satupun makhluk hidup di bumi ini yang tidak butuh oksigen. Tanaman akan tumbuh baik jika tanahnya mengandung oksigen yang cukup. Semua hewan dan manusia menghirup oksigen agar mereka bisa tetap hidup. Ikan dan semua makhluk hidup di laut juga hidup karena oksigen. Cacing, rayap, dan segala serangga yang di dalam tanah juga butuh oksigen.

Sebuah penemuan yang menarik menyebutkan bahwa 60% dari tubuh manusia adalah oksigen. Oksigen terdapat dalam darah, daging, tulang, otot-otot, dan semua komponen tubuh kita. Bahkan makanan dan minuman yang kita konsumsi tidak luput dari oksigen. Singkatnya, semua bagian tubuh kita tanpa kecuali butuh oksigen agar tetap tumbuh sehat. Sehingga bisa dipastikan, anggota tubuh manapun yang kekurangan oksigen akan menderita sakit. Pasien rumah sakit yang sistem pernafasannya (respiratory system) lemah akan dibantu dengan selang oksigen. Itulah kiranya mengapa orang-orang sufi selalu menganjurkan agar kita senantiasa mengingat atau berdzikir pada Allah dalam setiap tarikan nafas. Bahkan sebenarnya tidak hanya makhluk hidup saja yang perlu oksigen. Berbagai industri yang berbahan dasar logam atau baja membutuhkan banyak oksigen dalam proses pembakarannya.

***

Oksigen yang menjadi kebutuhan pokok itu ternyata diciptakan Allah hanya untuk menopang kehidupan di Bumi kita ini. Tidak di planet atau bintang lain. Namun mengapa yang dipilih  bumi? Sungguh Allah Maha Bijaksana dan Maha Tahu atas semua yang diciptakan-Nya ....
Bumi yang menjadi rumah kita ini benar-benar tak ubahnya sebutir pasir di antara pasir-pasir yang terhampar sepanjang pantai (seluruh pantai) di bumi ini. Sebab bumi merupakan salah satu planet dari 9 planet yang mengorbit/mengelilingi matahari (satu-satunya bintang yang berada dalam Sistem Tata Surya). Sedangkan matahari hanyalah salah satu bintang dari sekelompok yang sangat besar yang berisi setidaknya 400 milyar bintang. Kelompok bintang ini biasa disebut galaksi. Dan galaksi kita, di mana bumi dan segenap Sistem Tata Surya berada, dikenal dengan galaksi Milky Way. Bintang-bintang yang nampak oleh mata telanjang kita (tanpa bantuan teleskop) di malam hari, semuanya masih tergolong ke dalam galaksi Milky Way. Galaksi Milky Way tidak sendirian di alam raya ini. Menurut para ilmuwan, setidaknya ada sekitar 125 milyar galaksi yang menghuni alam raya ini. Galaksi yang terdekat dari Milky Way bernama Andromeda, yang berjarak 2,5 juta tahun cahaya dari bumi. Ia merupakan satu-satunya galaksi lain yang bisa dilihat dengan mata telanjang dari bumi. Jadi dengan kata lain, bisa dibilang bahwa kita ini adalah penghuni bumi, penghuni Sistem Tata Surya, penghuni galaksi Milky Way, dan akhirnya penghuni alam raya. Itulah alam raya yang dalam bahasa Inggris disebut universe dan dalam bahasa Arab ālamīn (عالمين). Sebagaimana kita tahu kata ālamīn ini terdapat dalam ayat pertama surat al-Fatihah. Kita mengulang-ulangnya dalam sehari semalam setidaknya 17 x sejumlah reka’at salat yang kita lakukan dalam 5 waktu.

Kembali ke bumi... mengapa di antara sekian milyar galaksi, dan bertrilyun-trilyun bintang tersebut Allah memilih bumi untuk menjadi satu-satunya tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidupNYA termasuk manusia? Tentu hanya Allahlah yang tahu rahasia di balik semua itu. Wallaahu a’lam.
Dalam hal ini, yang perlu kita ketahui dan lalu kita syukuri adalah, bahwa jika Allah menciptakan sesuatu, maka diciptakannya sesuatu itu dengan sebaik-baiknya. Sebagaimana firman-NYA:

الذي أحسن كلَّ شيءٍ خلقه .....
(Allah) Yang menciptakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya... (as-Sajdah:7)

Allah telah menghendaki bumi menjadi tempat tinggal bagi segenap makhluk hidupnya, maka lantas Dia melengkapinya dengan lapisan Atmosfer setebal 9.600 km yang menyelimuti bumi. Dengan adanya Atmosfer ini Allah menjamin proses kehidupan di bumi berlangsung secara normal dan aman. Sebab di dalam Atmosfer inilah terkandung oksigen (sebanyak 21 %) yang menjadi syarat mutlak bagi berlangsungya kehidupan. Sisanya adalah nitrogen (78 %) dan argon (1 %). Di dalam argon terdapat gas yang bernama ozon yang terdapat di ketinggian antara 19 – 40 km. Lapiran ozon ini berfungsi melindungi bumi dari sinar ultraviolet matahari, yang jika seandainya sinar tersebut tidak difilter oleh ozon lalu tembus mencapai bumi maka akan banyak terjadi kerusakan di bumi.

Dan telah menjadi kebijaksanaan Allah, bahwa oksigen disediakan secara melimpah ruah di lapisan Atmosfer paling bawah, dari permukaan bumi sampai ketinggian 3,9 km. Hal ini dikarenakan semua makhluk hidup di bumi rata-rata berada di bawah ketinggian 3,9 km tersebut. Di atas itu, semakin tinggi sebuah ketinggian semakin berkurang oxigennya. Karena itulah para pendaki gunung setelah berada di ketinggian lebih dari 4000 m banyak yang mulai menderita hypoxia (gejala sakit karena kekurangan oksigen). Siapapun yang mengadakan perjalanan udara di atas ketinggian tsb harus membawa bekal oksigen yang cukup. Pesawat-pesawat transportasi udara yang rata-rata terbang di ketinggian antara 6 – 11 km, pesawat-pesawat militer yang mampu terbang sampai ketinggian 16 km, para astronomy yang bekerja di Stasiun Antariksa Internasional di ketinggian sekitar 360 km, dan astronot-astronot yang melakukan perjalanan ke bulan, semuanya harus berbekal oksigen yang memadai.
***

Namun walaupun oksigen telah disediakan Allah secara berlimpah-ruah di muka bumi, ternyata di banyak tempat khususnya di kota-kota besar oksigennya telah tercemari oleh gas-gas polutant yang membuat udara menjadi tidak sehat dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit. Kita telah tahu di zaman sekarang ini bermunculan beberapa jenis penyakit berbahaya (yang dulunya jarang terjadi atau belum pernah ada) terutama jenis-jenis kanker yang disebabkan buruknya kualitas oksigen. Semua itu tentu akibat ulah manusia sendiri. Aktifitas industri, perusakan hutan (illegal logging), asap-asap kendaraan, semua itu merupakan faktor-faktor utama yang membuat buruknya kualitas oksigen.

ظهر الفساد في البر والبحر بما كسبت أيدي الناس ليذيقهم بعض الذي عملوا لعلهم يرجعون (الروم: 41)
Telah nyata kerusakan di darat dan laut karena ulah tangan manusia sehingga Allah menimpakan siksa pada mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Maka marilah kita selalu berupaya menjaga dan memperbaiki kualitas oksigen bumi. Bagaimana kita bisa melakukan hal itu? Salah satunya dan yang utama adalah melakukan penghijauan lingkungan. Kita tahu bahwa salah satu manfaat utama tanaman atau pepohonan adalah untuk membersihkan udara. Karbondioksida yang mengotori udara diserap oleh tanaman dan pepohonan di saat melakukan fotosintesis di siang hari, dan di saat itu pula tanaman dan pepohonan melepaskan oksigen murni ke udara. Dalam hal ini bisa dikatakan tanaman dan pohon berfungsi seperti paru-paru. Hanya saja sebaliknya paru-paru manusia menyerap udara yang berupa oksigen lantas mengeluarkannya berupa karbondioksida. Dengan demikian terjadi hubungan symbiosis mutualism, hubungan yang saling membutuhkan: kita memberi karbondioksida pada pepohonan dan tanam-tanaman untuk proses fotosintesis, dan mereka memberi kita oksigen murni yang baik sekali untuk kesehatan.

Dulu, 15 abad yang lampau Rasulullah saw mengatakan bahwa menanam tanaman itu bernilai sadaqah, khususnya tanaman atau pepohonan yang menghasilkan buah atau apa saja yang bisa dimakan dan dimanfaatkan oleh makhluk hidup lainnya.

ما من مسلم يغرس غرسا أو يزرع زرعا فيأكل منه طير أو إنسان أو بـهيمة إلا كان له به صدقة (رواه البخاري)
Tiada satu pun orang Islam yang menanam tanaman, lalu bagian dari tanaman itu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan (lainnya), kecuali dia telah mendapat pahala sadaqah.

Dari hadis ini kita mendapat setidaknya tiga pelajaran penting:
1.        Tanaman yang ditanam tidak dibatasi jenisnya. Baik yang bisa berbuah dan enak dimakan, atau  hanya dimanfaatkan kayunya, atau daunnya, atau bahkan  hanya kerindangannya saja untuk berteduh, atau keindahannya saja untuk menyejukkan mata, atau bahkan yang sebagian orang belum tahu apa manfaat dari tanaman itu.... semuanya tetap bisa bernilai sadaqah. Sebab, hakekatnya tidak ada tanaman yang tidak bisa dimanfaatkan, karena semua tanaman mengeluarkan oksigen, dan setelah matipun lalu membusuk bisa dimanfaatkan cacing atau organisme lainnya... setelah itu bisa menyuburkan tanaman... atau sebelum mati mungkin dimakan ternak lebih dulu, lalu jadi kotoran, kotoran bisa jadi pupuk... dst.. dst..  dan ujung-ujungnya kembali bermanfaat untuk kehidupan umat manusia. 

Itulah kiranya seperti yang telah ditegaskan Allah dalam ayatnya:ألم تروا أن الله سخر لكم ما في السماوات وما في الأرض وأسبغ عليكم نعمه ظاهرة وباطنة، ومن الناس من يجادل في الله بغير علم ولا هدى ولا كتاب منيرTidakkah kalian perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) kalian apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untuk kalian nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (Luqman: 20)

Dengan ayat ini Allah memberi peringatan yang sangat tegas seakan-akan berkata: "Sudah demikian gamblangnya nikmat-nikmat itu terpaparkan... kok masih ada yang membantahnya.. membantah keesaanKU?"
2.        Walaupun Rasulullah dalam hadis itu menggunakan kata أكل – يأكل (makan), tidak lain karena menyesuaikan masa atau zaman, yakni untuk mempermudah pemahaman masyarakat arab ketika itu yang hanya memiliki pengertian bahwa tanaman atau pohon hanya bisa dimanfaatkan dari buahnya. Andaikata Rasulullah hidup pada zaman seperti sekarang ini, di mana warga bumi telah berkesadaran bahwa tanaman dan pepohonan juga punya banyak manfaat lain selain untuk dimakan, seperti menjaga kebersihan udara, menahan erosi, menyimpan air dalam tanah, untuk obat, dll, pasti Rasulullah akan menggunakan bahasa yang lebih dari sekedar “makan”.
3.        Bahwa nilai sadaqah itu tidak hanya karena kita memberi manfaat pada sesama manusia saja, tapi seluruh makhluk hidup tanpa kecuali.

Yang dapat membantu menjaga kesehatan JANTUNG

 - Faktor genetik dapat mempengaruhi risiko seseorang untuk mengidap penyakit jantung. Tetapi kabar baiknya, penyakit ini sebagian besar dapat dicegah. Kita mungkin pernah mendengar nasihat bijak yang mengatakan, untuk menjaga jantung tetap sehat, maka harus mengonsumsi makanan begizi dan teratur berolahraga.

Namun bukan cuma perubahan gaya hidup yang dapat lakukan untuk menekan risiko sakit jantung. Apa yang Anda minum juga bisa membuat perbedaan. Berikut ini adalah beberapa jenis minuman yang disarankan yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung :

1. Kopi
Mungkin hal ini sepintas terdengar aneh. Tapi tahukah Anda bahwa kopi memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi ketimbang kakao atau teh? Mengonsumsi kopi dalam jumlah yang tepat dapat menghambat peradangan dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Sebuah studi jangka panjang dan berskala besar, di mana melibatkan lebih dari 83.000 perempuan menunjukkan bahwa minum 2 cangkir kopi setiap hari dapat memangkas risiko terkena stroke 20 persen lebih rendah ketimbang mereka yang sedikit minum kopi atau tidak sama sekali.



Saran : Meminum antara 2 hingga 4 cangkir kopi per hari termasuk kategori moderat. Tetapi jika Anda mengalami insomnia, gelisah dan kelelahan, cukup minum satu gelas saja.


2. Jus delima
Belakangan ini reputasi jus buah delima semakin melonjak dan memikat para peneliti gizi. Betapa tidak, para pakar dari University of California menemukan bahwa, kapasitas antioksidan jus delima tiga kali lipat lebih tinggi ketimbang anggur merah dan teh hijau. Bahkan penelitian awal menunjukkan, konsumsi rutin jus buah delima dapat menurunkan kolesterol, mengurangi plak arteri (faktor risiko untuk penyakit jantung), dan meningkatkan aliran darah ke jantung.





Saran: Jika memungkinkan, hindari tambahan pemanis saat membuat jus delima.

3. Anggur merah (red wine)
Anggur merah mengandung banyak senyawa yang dapat melindungi kesehatan jantung, termasuk di antaranya resveratrol. Resveratrol memiliki sifat antioksidan yang dapat melindungi pembuluh darah di jantung serta membantu mencegah pembentukan penggumpalan darah. Beberapa bukti juga menunjukkan, konsumsi anggur merah dalam jumlah yang moderat dapat meningkatkan HDL (kolesterol baik).




Saran: Untuk perempuan, dianjurkan tidak lebih dari 1,5 gelas perhari. Sedangkan untuk pria, tidak lebih dari 2 gelas.

4. Teh hitam
Teh hitam dihasilkan melalui proses fermentasi setelah daun dipanen lalu dikeringkan. Pengolahan ini mengubah komposisi kimia dari daun, sehingga menghasilkan beberapa antioksidan kuat yang membantu mendukung kesehatan jantung. Teh hitam telah terbukti mengurangi risiko stroke, mengurangi LDL (kolesterol jahat), memperbaiki fungsi pembuluh darah, dan meningkatkan aliran darah dalam arteri koroner.



Saran : Semakin lama Anda mencelupkan teh, maka semakin besar manfaat fitokimia yang diperoleh. Oleh karena itu, menyajikan teh dengan air panas akan jauh lebih baik sekaligus menjaga kandungan antioksidan tetap terjaga. Minum beberapa cangkir teh hitam setiap hari dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

5. Teh hijau
Seperti teh hitam, teh hijau mengandung banyak antioksidan yang baik untuk jantung. Perbedaan utamanya adalah bahwa teh hijau tidak difermentasi. Sebuah studi tahun 2004 menunjukkan bahwa minum teh hijau dalam jumlah yang banyak dapat mencegah resiko penyakit arteri koroner. Ada banyak penelitian yang menghubungkan konsumsi teh hijau dengan kolesterol rendah, pencegahan pembekuan darah dan stroke.




Saran: Minum 1-3 cangkir teh hijau sehari.

6. Air

Dehidrasi dapat berkontribusi pada beberapa faktor risiko untuk penyakit jantung koroner, termasuk darah kental. Ketika Anda sedang mengalami dehidrasi, darah akan menjadi lebih kental. Kondisi ini membuat hati Anda mengeluarkan lebih banyak energi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Bahkan, dehidrasi kronis dapat menyebabkan hipertensi (tekanan darah tinggi).



Saran:  Banyak ahli merekomendasikan setidaknya dalam sehari seseorang harus minum 8-10 gelas air (untuk dewasa).  Tetapi rekomendasi jumlah yang harus diminum  tidak bisa berlaku pada setiap orang dan setiap kondisi.  Yang pasti, jangan biarkan tubuh Anda sampai mengalami dehidrasi. Anda juga dapat menambahkan jus atau air perasan lemon ke dalam air hangat untuk menambahkan cita rasa sekaligus memeroleh manfaat peluruhan dan antioksidan.

kompas.com

Pengertian, Definisi dan Tata Cara Puasa

Pengertian, Definisi dan Tata Cara Puasa Ramadhan, Senin Kamis, Nazar, Sya'ban, Petengahan Bulan, Asyura, Arafah dan Syawal














Arti puasa menurut bahasa adalah menahan. Menurut syariat islam puasa adalah suatu bentuk aktifitas ibadah kepada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, hawa nafsu, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa sejak terbit matahari / fajar / subuh hingga matahari terbenam / maghrib dengan berniat terlebih dahulu sebelumnya.

Hari-hari yang dilarang untuk puasa, yaitu :
- saat lebaran idul fitri 1 syawal dan idul adha 10 dzulhijjah
- Hari tasyriq : 11, 12, dan 13 zulhijjah
Puasa memiliki fungsi dan manfaat untuk membuat kita menjadi tahan terhadap hawa nafsu, sabar, disiplin, jujur, peduli dengan fakir miskin, selalu bersyukur kepada Allah SWT dan juga untuk membuat tubuh menjadi lebih sehat.
Orang yang diperbolehkan untuk berbuka puasa sebelum waktunya adalah :
- Dalam perjalanan jauh 80,640 km (wajib qodo puasa)
- Sedang sakit dan tidak dapat berpuasa (wajib qodo puasa)
- Sedang hamil atau menyusui (wajib qada puasa dan membayar fidyah)
- Sudah tua renta atau sakit yang tidak sembuh-sembuh (wajib membayar fidyah 3/4 liter beras atau bahan makanan lain)
A. Puasa Ramadhan
Puasa Ramadhan hukumnya adalah wajib bagi orang yang sehat. Sedangkan bagi yang sakit atau mendapat halangan dapat membayar puasa ramadhan di lain hari selain bulan ramadan. Puasa ramadhan dilakukan selama satu bulan penuh di bulan romadhon kalender hijriah / islam. Puasa ramadhan diakhiri dengan datangnya bulan syawal di mana dirayakan dengan lebaran ied / idul fitri.




B. Puasa Senin Kamis
Puasa senin kamis hukumnya adalah sunah / sunat di mana tidak ada kewajiban dan paksaan untuk menjalankannya. Pelaksanaan puasa senin kamis mirip dengan puasa lainnya hanya saja dilakukannya harus pada hari kamis dan senin saja, tidak boleh di hari lain.
C. Puasa Nazar
Untuk puasa nazar hukumnya wajib jika sudah niat akan puasa nazar. Jika puasa nazar tidak dapat dilakukan maka dapat diganti dengan memerdekakan budak / hamba sahaya atau memberi makan / pakaian pada sepuluh orang miskin. Puasa nazar biasanya dilakukan jika ada sebabnya yang telah diniatkan sebelum sebab itu terjadi. Nazar dilakukan jika mendapatkan suatu nikmat / keberhasilan atau terbebas dari musibah / malapetaka. Puasa nazar dilakukan sebagai tanda syukur kepada Allah SWT atas ni'mat dan rizki yang telah diberikan.
D. Puasa Bulan Syaban / Nisfu Sya'ban
Puasa nisfu sya'ban adalah puasa yang dilakukan pada awal pertengahan di bulan syaban. Pelaksanaan puasa syaban ini mirip dengan puasa lainnya.
E. Puasa Pertengahan Bulan
Puasa pertengahan bulan adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan sesuai tanggalan hijriah. Pelaksanaan puasa pertengahan bulan mirip dengan puasa lainnya.

PUASA

Puasa adalah menahan diri daripada melakukan perkara yang membatalkan puasa bermula dari terbit fajar hingga terbenam matahari beserta niat.


Dalil Puasa :
"Wahai orang-orang yang beriman!Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," ~Surah Al-Baqarah:183~


Rabu, 04 Juli 2012

DO'A PARA MALAIKAT

DO'A PARA MALAIKAT BAGI ORANG-ORANG YANG BERADA PADA SHAFF BAGIAN DEPAN DALAM SHALAT

Oleh
Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi






Di antara orang-orang yang beruntung dengan shalawat para Malaikat kepada mereka adalah orang-orang yang berada pada shaff bagian depan ketika shalat, baik itu pada shaff pertama, kedua atau shaff bagian depan lainnya.

Adapun dalil yang menunjukkan bahwa para Malaikat bershalawat kepada orang-orang yang ada pada shaff pertama ketika shalat adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Imam Ibnu Hibban dalam kitab Shahiihnya, beliau meriwayatkannya dari al-Barra’ Radhiyallahu anhu, beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الصَّفِ اْلأَوَّلِ.

‘Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada pada shaff pertama.’” [1]

Al-Mulla ‘Ali al-Qari ketika menjelaskan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya Allah dan para Mala-ikat-Nya bershalawat,” beliau berkata: “Hal tersebut dengan turunnya kasih sayang Allah, do’a agar pertolongan Allah selalu untuknya dan permohonan lainnya yang dilakukan oleh para Malaikat untuknya.” [2]

Imam Ibnu Hibban memberikan bab pada hadits ini dengan judul: “Penjelasan Tentang Ampunan Allah جلّ وعلا Beserta Permohonan Ampun Para Malaikat Bagi Orang yang Shalat pada Shaff yang Pertama.” [3]

Adapun yang menjadi dalil tentang shalawat para Malaikat untuk orang-orang yang ada pada shaff kedua di dalam shalat beserta orang yang ada pada shaff pertama adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya Allah dan para Malaikat bershalawat kepada orang-orang yang ada pada shaff pertama (di dalam shalat).’ Lalu para Sahabat berkata: ‘Dan kepada orang-orang yang ada pada shaff kedua, wahai Rasulullah!’ [4] Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya Allah dan para Malaikat bershalawat kepada orang-orang yang berada pada shaff pertama (di dalam shalat).’ Lalu para Sahabat berkata: ‘Dan shaff kedua, wahai Rasulullah!’ Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Dan kepada (orang-orang yang berada) pada shaff kedua.’” [5]

Hadits ini menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang berada pada shaff kedua dalam shalat, akan tetapi dengan penjelasan bahwa orang yang berada pada shaff pertama lebih utama dari mereka, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulang shalawat Allah dan para Malaikat-Nya kepada orang-orang yang berada pada shaff pertama sebanyak dua kali. Di dalam pengulangan tersebut -sebagaimana yang diungkap oleh Syaikh Ahmad bin ‘Abdirrahman al-Banna- bahwa ada sebuah keutamaan yang lebih bagi mereka yang berada pada shaff pertama, dan keutamaan tersebut sangat berlipat dibandingkan dengan keutamaan shaff yang kedua, karena itulah orang yang meninggalkan shaff pertama harus selalu berjaga-jaga dengan merasa kekurangan sehingga ia tidak masuk ke dalam shaff yang lainnya, hingga ia tidak terhalang dari keutamaan yang besar tersebut. [6]

Adapun dalil yang menunjukkan bahwa para Malaikat bershalawat bagi orang-orang yang berada pada shaff-shaff terdepan dalam shalat adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh dua Imam (yaitu Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah) dari al-Barra’ bin ‘Azib Radhiyallahu anhuma, beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الصُّفُوْفِ اْلأُوَلِ.

‘Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada pada shaff-shaff terdepan.’” [7]

Imam Ibnu Khuzaimah memberikan bab pada hadits ini dalam Shahiihnya dengan judul: “Bab Tentang Shalawat Allah dan Para Malaikat-Nya kepada Shaff-Shaff Terdepan.” [8]

Di dalam riwayat Imam an-Nasa-i, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الصُّفُوْفِ الْمُتَقَدِّّمَةِ.

“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada pada shaff-shaff terdepan.” [9]

Kesimpulannya, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang berada pada shaff pertama dalam shalat, orang-orang yang berada pada shaff kedua, dan orang-orang yang berada pada shaff-shaff terdepan. Akan tetapi shalawat bagi orang-orang yang berada pada shaff pertama jauh lebih utama daripada shaff-shaff lainnya.

Demikianlah, bahkan terdapat riwayat lain yang mengungkapkan keutamaan orang-orang yang berada pada shaff pertama ketika shalat, di antaranya adalah yang diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata: “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ اْلأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوْا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوْا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوْا.

"Seandainya orang-orang mengetahui (pahala) yang ada pada adzan dan shaff yang pertama, lalu mereka tidak akan mendapatkannya kecuali dengan cara diundi [10], tentu mereka akan melakukan undian.’” [11]

Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang selalu berada pada shaff pertama dengan keutamaan-Nya. Kabulkanlah ya Allah, yaa Hayyu yaa Qayyuum.

[Disalin dari buku Man Tushallii ‘alaihimul Malaa-ikatu wa Man Tal‘anuhum, Penulis Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi, Penerbit Idarah Turjuman al-Islami-Pakistan, Cetakan Pertama, 1420 H - 2000 M, Judul dalam Bahasa Indonesia: Orang-Orang Yang Di Do'aka Malaikat, Penerjemah Beni Sarbeni]